8. Makanan Favorit di Pontianak

Kota Pontianak menawarkan beragam jenis makanan: dari masakan Melayu, Padang, Chinese, Korean, Western hingga Eastern Food. Wisata kuliner di Ibukota Kalimantan Barat ini tak akan ada habisnya, belum lagi menjajal berbagai produk food and beverages lokal asli Pontianak: dari warung kopi legendaris, coffee shop anak-anak muda,berbagai jenis menu pencuci mulut (es krim, gelato, puding, dan aneka kue). Menurutku, setelah sempat menetap di Semarang dan menghabiskan waktu di Yogyakarta selama beberapa bulan, makanan-makanan di Pontianak terbilang variatif dan inovatif. 

Sebagai penikmat kuliner, aku mungkin bisa merincikan 30 jenis makanan favorit. Sementara ini, aku hanya akan bahas 10 makanan masakan rumah dan tempat makan di Pontianak, berikut Top 10 makanan favorit versi aku:

Nasi Hitam dari Kampung 

Aku sempat tidak makan karbo dari nasi pada tahun 2017-2019, berat badanku saat itu pun ideal sampai akhirnya tahun 2021 aku terkena Gerd dan mulai lagi makan nasi. Nasi putih itu memang enak, rasa manis dan lemaknya selalu cocok dengan jenis lauk apapun, tapi badanku tidak bisa menerimanya dengan baik. Sampai sekarang, kalau terlalu banyak karbo, nafasnya terasa berat, dan bawaannya pengen tidur. Aku masih makan nasi putih, tiga empat kali sebulan, terutama saat stok nasi hitam habis. Dari Nasi Merah produk Alfamart, aku diperkenalkan beras hitam dari kampung teman. Berasnya pulen, dan memasaknya pun tak lama. 

 Disimpan di freezer  untuk per sekali makan (Dok. Pribadi)



Aneka masakan dari telur

Aku menyukai telur dimasak apapun; dari dadar, telur rebus, atau telur mata sapi. Telur dadar yang enak itu kalau digoreng garing, dimakan panas-panas dengan nasi hangat; telur tomat ala Chinese Food juga nikmat dengan nasi hangat. Kalau sudah pengen sesuatu yang simpel tapi tetap nikmat, cukup masak telur mata sapi dan tumis teri goreng dengan potongan cabe rawit dan bawang merah. Nasi hangat, telor dan teri diberi kecap menjadi perpaduan yang buat nelan air ludah. Ayam goreng ketumbar Sebagai pengamat ayam goreng, menurutku ayam ketumbar saat ini menduduki peringkat teratas ayam goreng favoritku. Dengan catatan, harus masak sendiri karena bisa lebih banyak bawang putih dan ketumbarnya. Kalau malas masak dan ingin ala-ala korean, aku pesan Extra Spicy Chicken Wing dari Nara. 

Bening Bayam 

Bagiku, sayur yang paling enak itu adalah sayur yang baru dimasak, tidak lembek, dan tidak pakai micin. Aku suka sekali lalapan; makan nikmat itu kalau ada bunyi kriuk-kriuknya, bukan kerupuk tapi timun. Bening bayam yang enak menurutku yang dimasak dengan temu kunci. Masaknya mudah, malah tanpa bawang-bawangan. Cukup rebus air dengan temu kunci hingga mendidih, masukkan garam dan kaldu, barulah masukkan bayamnya. 
 
Salad tanpa dressing (Dok. Pribadi)

Soto

Aku suka yang berkuah. Kalau lagi rajin ya buat sendiri; akhir-akhir ini rajinnya pesan soto di Soto Semar lewat Grab Food. Kuahnya bening, soto khas Jawa yang ringat paling enak dimakan dengan mendoan khasnya.

Bubur Paddas 

Penyuka sayur mungkin tertarik mencoba makanan khas melayu Sambas, Kalimantan Barat ini. Bubur Paddas terbuat dari beras yang digiling dan sayuran hutan. Saat sedang tidak enak badan, makanan ini menjadi pilihan yang paling pas. Aku sendiri belum pernah buat sendiri makanan ini karena banyak sayur yang harus disiapkan. Beruntungnya, di Pontianak pun banyak rumah makan Bubur Paddas. 

Asam Pedas Ikan 

Setiap daerah di Kalimantan Barat punya resep asam pedas ikan yang berbeda-beda. Versiku, bumbu asam pedas (bawang putih, bawang merah, sereh, lengkuas, kunyit, cabe giling yang dihaluskan) ditumis dengan sedikit minyak dan diberi asam jawa terlebih dahulu. Setelah airnya mendidih, barulah aku masukkan ikan. Ikan pilihanku untuk resep ini biasanya ikan Senangin, Kakap Merah, atau Angsam. Aku selalu menyimpan bumbunya di kulkas karena lumayan sering memasak asam pedas; memasak pun jadi lebih cepat dan mudah. 

Mie Tiaw

Kalau di Pontianak, harus coba Mie Tiaw/Kwetiau daging. Kalau aku suka beli di Kantin Lopay (bisa tonton di Youtube, belum ketemu IG kantinnya). Kata seseorang yang tinggal di Singkawang, mie tiaw khusus bakso dan goreng itu beda jenisnya, khusus goreng pakai mie yang lebih tipis. Nah, mie tiaw khas Kantin Lopay itu tipis, dan dimasaknya pun basah, tidak kering. Kalau ke Pontianak, silakan dicoba.

Western Food

Aku suka steak dari warung steak. Sayangnya aku belum menemukan warung steak di Pontianak yang cocok di lidah. Kalaupun ada steak ala warung steak, porsinya sedikit dan rasanya nggak nendang. Jadi, aku lebih sering masak sendiri Wagyu Meltique yang dibeli di OmJack, sayangnya aku belum bisa masak Chicken Steak seenak Warung Steak. 

Shabu-Shabu & Sushi

 Japanese food itu ringan tapi nagih. Di Pontianak, ada beberapa resto yang menyajikan makanan jepang. Cukup mudah mencari resto untuk Japanese Food di sini. Kalau butuh yang segar, shabu-shabu with a lot of veggies, dan aku seringkali pesan di Mario Bento dengan tempura yang garing. Kalau Sushi dan Sashimi, hanya di Sora.

Bibbimbap Beef 

Nasi hangat dihiasi dengan sayuran warna-warni (wortel, bayam, kecambah, jamur, timun dan kol), daging tumis, dan telur ceplok, yang dicampur dengan saus gochujang. Aku suka bibbimbap, makan jadi lebih praktis, tinggal dicampur dan siap dimakan. Biasanya kalau lagi rajin, aku buat bibbimbap sendiri; kalau malas Nara pilihanku. 
Bibbimbap Nara (Dok Pribadi)


Sepuluh makanan favorit versi aku bisa dinikmati di Pontianak ya. Kapan-kapan aku share makanan atau minuman apa lagi yang harus dicicip kalau kalian ke Pontianak. :)

Comments

  1. Waahhh nasi hitam, gimana tu perbedaan rasanya dengan nasi putih

    ReplyDelete
    Replies
    1. nasi putih menurutku sih manis dan legit kak. Kalau nasi hitam yang aku beli dari kampung aromanya harum, memang tidak selegit nasi putih, tapi tetap enaaak kok. Lebih pulen daripada nasi merah.

      Delete
  2. Aku malah blm pernah coba nasi hitam

    ReplyDelete
  3. Aku suka banget dengan telur yang di bumbuin pedas.

    ReplyDelete

Post a Comment