29. Lima Hal Merusak Suasana Hati

"Jangan biarkan mood mengatur kita, kita lah yang harus mengatur mood"

Kutipan di atas berasal dari Mbak Dewi, teman sekos waktu di Semarang, yang menyemangatiku menyelesaikan Skripsi di kala itu. Di usia matang sekarang pun aku masih melawan mood yang naik turun kaya tekanan darah. Kerjaan bisa saja terhambat karena faktor internal dan eksternal; sampai sekarang pun perkara mood masih jadi tantangan tersendiri. 

Taken from Pexels

Mood memang harus diatur agar tidak berdampak pada performa kerja. Sesuai dengan kutipan di foto, bisa dikatakan waktu tidak bisa dijeda, terus saja berdetak. Baru aja pagi, tiba-tiba udah sore. Baru aja Januari, eh udah Desember dan mau pergantian tahun lagi. Gitu aja terus, mutar. Sebagai pengingat buat aku juga, kalau tidak bergerak ke depan, jangan harapkan perubahan.

Berkat tugas harian One Day One Posting, aku coba mengenal diri kembali dengan identifikasi hal-hal yang mempengaruhi mood, dan respon yang harus diberikan saat mood terganggu. Bagiku, ini dia lima hal berikut mempengaruhi suasana hati:

#1 Tidur Tidak Berkualitas

Tidur lima jam saja cukup kalau berkualitas. Berkualitas di sini artinya tidak terbangun-bangun saat tidur, tidak mimpi, dan bernafas dengan baik saat tidur. Yang membuat tidur tidak berkualitas biasanya seprai yang berdebu dan tidak bersih, tidur di atas jam 11 malam, udara yang terlalu dingin atau panas, atau kesulitan bernafas (hidung tersumbat atau radang tenggorokan). Kalau tidur tak berkualitas, bangunnya pasti lelah sekali. Meskipun sudah merem 7-8 jam, tetap saja rasanya tidak cukup. Ujung-ujungnya masih pagi aja sering menguap; oksigen seperti tidak mengalir ke seluruh persendian, membuat lemas dan malas.

#2 Bangun Kesiangan

Terbiasa bangun jam 3.30 pagi membuatku bisa fokus menyelesaikan semua urusan rumah tangga dan kantor. Sebagai morning person, pagi itu jadi waktu yang berkualitas untuk list kegiatan harian. Kalau sudah bangun pagi, urusan dapur sudah selesai jam 7. Bisa leha-leha sebentar, baru lanjut siap-siap dengan kerjaan profesional. Damai dan tentramnya hati rasanya nggak ada kalau bangunnya udah kesiangan, semua hal terasa terburu-buru. Kalau udah gini, pengennya restart hari, atau pause sejenak biar bisa atur mood.

#3 Koneksi Internet

Menurutku, kendala teknis itu bisa diprediksi dan dihindari supaya tidak membuat segala sesuatunya berantakan. Kalau lagi butuh perpustakaan online atau menyelesaikan kerjaan dengan AI, aku sangat tergantung dengan koneksi internet. Jika internet tidak stabil, kuota pulsa pun tidak cukup, saat itulah aku berhenti mengerjakan kerjaan itu, dan berpindah ke kerjaan manual tanpa bantuan teknologi. 

#4 Laptop Error

Beberapa bulan terakhir, laptopku mudah banget panas dan ngambek tiba-tiba mati sendiri. Yang awalnya lagi serius kerja bisa tiba-tiba hilang mood karena nunggu laptop yang proses loadingnya bisa berjam-jam. Mac yang berusia 9 tahun ini sudah pengen diberi adek baru supaya bisa share kerjaan. Kupikir awalnya iPad bisa dukung kerjaan, ternyata tetap tak bisa menggantikan kinerja Mac. Aku rindu kerja efektif yang bisa ngurus tiga sampai empat tugas berbeda satu waktu. Jujur, kerjaan efektif itu kalau device mendukung; kalau sudah terbiasa efektif dengan iOs, susah mau berpaling ke device berbeda. Semoga Mac bisa segera diberi adek yang usianya lebih muda. Aamiin

#5 Orang Yang Tidak Tepat Waktu

Saat rapat atau janjian dengan seseorang, aku berusaha banget untuk tepat waktu. Kalau rapat tertunda sepuluh sampai lima belas menit, aku bisa maklumi. Tapi kalau lebih dari setengah jam, langsung pengen mengeluarkan tanduk. Sayangnya, Indonesia sudah terbiasa dengan budaya tidak tepat waktu, tidak sesuai antrian, tidak buang sampah pada tempatnya, tidak ada larangan pada yang meludah sembarangan atau merokok di warung makan. Kebiasaan yang membudaya ini membuat aku pun harus punya mode pengaturan 'adjust response'; meskipun mangkel, sebisa mungkin dibuat nyaman dengan hal lainnya.

-----

Bila suasana hati buruk, jadwal harian bahkan mingguan bisa berantakan. Sesuatu yang ditargetkan selesai pada hari itu pun bisa saja tertunda karena mood sudah kacau. Sebisa mungkin, jangan mau diatur mood ya, karena ini bisa menjadi awal mula atau cikal bakal kebiasaan procrastination (kebiasaan menunda sesuatu). Ibarat kata yang selalu tren sepanjang masa "Diet mulai besok", begitu juga procrastination "Aku mulai besok"; entah besoknya kapan.

Jadi, ada baiknya ketahui kiat sederhana mengatasi mood yang mulai kacau karena faktor internal atau eksternal. Tumpahkan dulu kekesalan itu di secarik kertas, atau di jurnal; sebelum berangkat tidur, tuliskan apa yang disyukuri dan apa yang sudah dicapai hari itu. Di pagi hari sebelum berkegiatan, mulai list yang harus selesai hari itu, mulai dari yang kecil-kecil, dan tetap fokus. Jangan lupa, berikan reward ke diri sendiri setelah pekerjaan selesai. 




Comments

  1. Ga da internet emang mati gaya ya

    ReplyDelete
  2. Orang tidak tepat waktu, emang njengkelin sih. Langsung bad mood aja dibuatnya

    ReplyDelete
  3. Bangun kesiangan. Beuh. Bener bgt wkwkw kl bangun siang rasanya semua jadwal berantakan di hari itu juga. I can't tolerate bangun siang wkwk

    ReplyDelete

Post a Comment