Beberapa tahun silam, seorang teman menjelaskan tentang gaya sederhana buar selalu matching di setiap waktu: pastikan hanya tiga warna yang dipadu-padankan, tidak lebih katanya, agar tetap chic. Teman tersebut emang selalu enak dipandang, padu padan warna ini sampe di sepatu dan tas juga.
Aku nggak selalu menerapkan padu padan seperti teman itu. Tiga warna hanya sebatas atasan, bawahan dan jilbab. Soal tas, ke mana-mana aku seringnya pakai ransel. Yang jelas, aku suka gaya simpel saja. Aku bukan pemerhati fashion, hanya suka Style Diana Rika Sari, warna-warni cerah percaya diri. Aku tidak terlalu suka belanja baju; aku malah lebih suka jahit ke penjahit daripada beli di butik, supaya beda sendiri. Dari dulu, daripada beli baju, aku lebih memilih beli buku.
Kenyamanan itu bersifat subjektif. Bagiku, berpakaian yang nyaman itu saat warna-warna nggak terlalu mencolok tapi tetap cocok dipadankan, bahan baju yang nyaman, dan panjang bajunya pas.
![]() |
| Dok. Pribadi |
Seperti foto di atas, aku suka baju berwarna polos, jadi mudah diserasikan dengan jilbab segi empat bermotif. Sebagian besar bajuku tak bermotif; paling mudah milihnya kalau lagi buru-buru berangkat.
![]() |
| Dok. Pribadi |
Selain memperhatikan warna, pakaian yang nyaman juga sangat tergantung pada bahannya. Dengan tinggi 168cm, aku suka pakai tunik dari Shaneema karena bahannya yang premium dan panjang tuniknya yang pas untukku.
Buat kamu yang lagi belajar padu padan warna pakaian, mulai saja dulu dengan 3 warna. Gunakan saja dulu warna sesuai moodmu; kalau sudah terbiasa, bisa padu padankan dengan berbagai motif, dan bisa tiru gaya influencer favoritmu.


Comments
Post a Comment