Seberapa produktif seseorang hingga dapat disebut produktif?
Mungkin teori relativitas Einstein pun bisa digunakan pada produktivitas, apakah kita mengukurnya berdasarkan kualitas atau kuantitas. Sudut pandang kita yang tak sama membuat produktivitas kemudian bersifat relatif.
Bagaimana jika kita lekatkan kata konsisten pada produktivitas, menjadi:
"seberapa konsisten seseorang yang produktif?"
Pertanyaan ini bisa mendapatkan jawaban berupa angka. Seseorang dapat dikatakan konsisten produktif jika menulis setidaknya satu atau dua artikel per minggu, mempublikasikannya di hari yang sama setiap minggunya. Lagi-lagi, soal jumlah angka, satu atau dua atau lebih dari itu, tergantung pada siapa yang menjawab. Akan tetapi, mari kita tekankan pada kata 'konsisten' di sini. KBBI mengartikannya sebagai suatu hal yang tetap, tidak berubah-ubah, ajeg. Artinya, selama si penulis punya pembaca setia, tulisannya akan tetap terpublikasi pada waktu yang sama.
Kalian tahu Kimbab Family? Keluarga cerdas yang berdomisili di Korea, terdiri atas Omma Gina berdarah Sunda, Appa Jay berdarah Korea, dan tiga anak-anak lucu mereka yang terpapar dua budaya dan bahasa. Konten mereka berbobot, dan terencana rapi, Appa Jay yang mengedit dan Omma yang sepertinya merencanakan bekerjasama dengan baik. Mereka juga punya slot waktu tetap untuk tayangkan videonya, dan selalu memberi kabar ke 'keluarga online', sebutan pemirsa Kimbab Family.
Aku jadi ingat pembahasan Marketing di salah satu influencer, anehnya aku lupa siapa. Katanya, seorang Tionghoa yang memiliki toko kelontong kecil pasti memiliki satu orang asisten. Alasannya sederhana, supaya toko tetap (kuncinya di "tetap") buka pada waktu yang sama setiap harinya, demi menjaga pelanggan.
Dari Kimbab Family dan Toko Kelontong, aku pun menyimpulkan konsistensi waktu menentukan produktivitas mereka. Mereka yang konsisten biasanya sudah menemukan what dan why.
![]() |
| Taken from Pexels. |
Mungkin di dunia blog, aku baru 26 hari ini konsisten menulis, tapi untuk publikasi, sudah sejak 2015 dengan WHs yang sama hingga sekarang. Jadi, demi tetap jaga produktivitas, aku lakukan tiga hal ini:
Tanyakan pada diri sendiri
- Apa yang perlu ditulis?
- Kenapa perlu menulis?
- Untuk siapa tulisan itu?
- Apa manfaatnya ke diri sendiri?
- Kapan peroleh manfaatnya?
- Di mana saja perlu publikasinya?
Brainstorming sederhana ini jadi pijakan, penentu What & Why, menguatkan di kala malas atau waktu yang terbatas. Dari jawaban, kemudian dapat tentukan rencana dan merealisasikannya.
Rencanakan
Sebagai pengajar, kami dituntut menghasilkan satu publikasi setiap semester; artinya, dua publikasi dalam satu tahun. Karenanya, semua kurencanakan di awal tahun, karena setiap publikasi itu pasti diawali penelitian, pemahaman atau kesiapan yang sudah ada sebelumnya.
Untuk tulisan apapun demikian sebenarnya, mau berapa postingan yang dibuat. Beruntung banget bisa ikut One Day One Post, yang mengajarkan tentang tema umum untuk postingan harian.
Rencanakan dengan baik. Mulai dari yang disukai, yang mampu dilakukan, dari yang mudah dan mungkin. Tapi namanya rencana, fleksibel saja; kalaupun berubah untuk kebaikan, kenapa tidak.
Kalau mau berencana, ingat saja kalau setahun ada 52 minggu dalam 12 bulan, apakah mau 30 postingan sebulan, atau 2 postingan per minggu, atau mau berbasis topik random. Tentukan bahasan apa yang mau diposting setiap minggu atau bulan, anggap saja sedang membuat itinerary liburan.
Tentukan langkah yang mungkin dilakukan. Tentukan target apa yang mau diambil dalam setahun; afirmasi positif menguatkan komitmen diri.
Realisasikan
Rencana tinggal rencana jika tidak direalisasikan, jika dibiarkan terpendam dalam tulisan.
Mulai saja dulu, dengan yang mudah dan mungkin. Berkolaborasi sebanyak mungkin, buka peluang bekerja dengan yang lain, dan jangan sungkan belajar dari yang muda.
Sesuatu biasanya terasa sulit saat dilakukan sendiri, dan termotivasi saat bersama yang lain. Ikuti ODOP lagi versi lain, kalau tidak ODOP, mungkin bisalah One Week One Post (OWOP). hehe
Setiap orang punya pilihan atau stule yang berbeda-beda untuk berkembang; cari ke dalam dirimu, & temukan sendiri. :)

Salfok sama mesin tik nya kak. Dah lama aku ga pake itu..
ReplyDeletesetuju, rencanakan dan realisasikan!
ReplyDelete