Siapa sih yang nggak pernah minder? Bahkan orang pintar atau kaya pun mungkin pernah merasakan rendah diri atas kapasitasnya. Bedanya, mereka menjadikan rasa tidak percaya diri untuk berkembang maju.
Jadikan minder sebagai bahan bakar untuk maju
Aku mengecamkan kata tersebut saat merasa minder atas kapasitas diri sendiri. Aku pernah merasa minder karena tidak bisa berbicara dengan baik; lalu aku banyak membaca dan latihan, dan perlahan-lahan meningkatkan kemampuan berbicaraku. Aku juga minder memulai obrolan dengan orang lain, tapi aku belajar tentang proper small talk, and I think I can handle it. Kalau soal minder dengan kurangnya ilmu, aku masih bisa belajar; tapi tidak dengan minder yang satu ini.
Sering kali, aku tidak merasa 'aman' memasak untuk orang lain. Masakanku terbilang hambar, tidak kaya rasa. Aku hanya pakai garam dan kaldu bubuk organik. Pasti tahu kan kalau kaldu bubuk organik itu tidak ada asin-asinnya, super light bagi yang terbiasa makan masakan dengan penyedap rasa berMSG.
![]() |
| Taken from Pexels |
Idealnya, asupan garam bagi orang dewasa sebaiknya sebanyak 5 gram per hari, atau kurang dari satu sendok teh. Memasak makanan (sayuran atau lauk) dalam jumlah kecil sebenarnya lebih disarankan. Aku coba terapkan ini kalau masak sendiri di rumah untuk mengimbangi jajan di luar yang garamnya tak bisa ditakar. Aku ganti garam dengan bawang-bawangan atau bumbu halus; seperti bening bayam cukup dengan temu kunci dan garam sedikit. Beruntungnya, PakSu bisa menikmati masakanku, mungkin karena terbiasa, dengan rasa hambar.
Selera kita berbeda-beda. Jadi, saat mengundang orang lain ke rumah, aku seringkali pesan makanan dari luar atau minta seseorang yang memasak. Mar, asisten paling kritis abad ini, yang selalu paling dulu protes dengan masakanku, dan pasti bilang nggak ada rasa. Terakhir kali, dua tahun lalu, saat acara open house di rumah, aku membuat bakso; Mar memodifikasi kuah bakso dengan menambahkan hampir setengah gelas garam dan menggunakan tiga bungkus kaldu rasa sapi yang dibeli ecer. Dia bilang, masakan yang enak itu ada rasanya. Benar saja, setiap orang yang makan bilang enakkkk. Aku sangat suka bakso, tapi sejak melihat langsung 'insiden' garam di kuah bakso, aku tidak ke tempat bakso favorit selama setahun; dalam benakku saat itu, setiap makanan berkuah pasti banyak garamnya. Aku baru mencoba makan bakso lagi tahun lalu, yang tak sesering-sesering dulu.
Tiga tahun lalu, pertama kali beli oven listrik, aku gagal membuat brownies dan roti tawar; aku banyak membuang bahan, hingga berhasil di percobaan ketiga. Saat tidak tahu atau salah, aku terus perbaiki sampai resep yang paling cocok. Kalau soal rasa brownies atau kue, aku sangat percaya diri; tapi tidak soal masakan, karena preferensi yang berbeda. Minderku masih tentang memasak untuk orang lain dalam jumlah banyak. Untuk satu ini, aku masih harus banyak belajar cara yang efisien, tetap enak nikmat dan sehat.

Wah kak citra teguh pendirian bangeett... Mana rajin olahraga lagi kan
ReplyDeletenggak juga kak, masih berusaha konsisten.
Deletemungkin sebagian orang ga suka kalao hambar, tp masakan kak citra pasti termasuk masakan yang sehat..
ReplyDeleteSetuju 100% ni kak 😍
Deleteah bisa aj kak eka, thanks ya Kak Eka and Kak Mizah
DeleteTetap selalu semangat, kak citra. Jadikan kekuranganmu sebagai motivasimu untuk melangkah ke depan
ReplyDeleteSiap Kak Asri.. terima kasih semangatnya.
Delete