![]() |
| Taken from pexels. |
Perasaan bahagia itu subjektif; aku dan kamu punya POV yang pasti berbeda. Jika bahagia adalah persoalan perspektif, letak bahagia artinya ada di pikiran masing-masing pemilik tubuh. Kalau ditanya,
“apa aku bahagia?”
Alhamdulillah IYA, atas apa yang ada dan tidak ada. Beberapa hal berikut juga bikin aku over the moon.
Ranaya
Aku takjub bagaimana anak usia empat tahun bisa memberikan begitu banyak tawa di rumah. Anak-anak itu penghilang letih, ada saja hal baru yang jadi cerita dan menyenangkan hati. Sudah sebulan keponakanku tinggal di sini, celotehnya yang tak pernah habis seketika membuat rumah ramai.
Libur dari ngajar
Aku memulai setiap semester dengan perasaan was-was, dan dengan doa yang sama; berharap tanggung jawab terselesaikan dengan aman sentausa. Aku suka melihat tingkah ‘lucu’ gen-Z; kelucuan mereka bisa buat semangat. Tapi kalau udah fokus di ngajar, aku jadi nggak maksimal di hal lainnya. Makanya, begitu semester ganjil berakhir, aku otomatis bebas tugas ngajar. Meskipun nggak libur juga, tetap harus koreksi, dan siapkan laporan akhir semester; aku tetap merasa senang, merasa satu beban terangkat dan lebih punya waktu lagi untuk hal lain.
Makanan di Meja Makan
Bahagia itu sesederhana mengenyangkan perut yang keroncongan. Kalau udah ada satu lauk, sayuran, dan nasi hangat di meja makan aja bisa bikin hariku lebih ringkas, jadi nggak perlu keluar atau Scroll menu Grab food hanya untuk cari makan siang atau malam; aku pun bisa lanjut dengan aktivitas lainnya. Mikirin apa aja yang harus dimasak setiap hari kadang-kadang cukup memusingkan; apalagi kalau ada jadwal ngajar pagi, aku serasa di panggung Master Chef jadi koki handal yang diberi durasi 45 menit harus kelar atau didiskualifikasi.
Journaling
Aku bisa keasyikan di meja belajar berjam-jam, membongkar satu per satu stiker, menempel dan merangkai kertas menjadi yang kumau seperti Ranaya yang tersenyum asyik menggunting-gunting gambar. Journaling jadi cara buatku lepas dari hp; aku masih nggak sebagus influencer YouTube yang pro dengan beragam stiker, tapi aku senang melihat kertas biru diisi stiker dan melihat padu padan Pink, Biru, Kuning, dan Coklat.
Peppermint
Aku pengguna Young Living, sudah lebih dari empat tahun. Dari semua Essential Oil favorit, aku tidak boleh kehabisan peppermint. Kenapa secinta itu? Peppermint for the rescue kalau lagi masuk angin, leher tegang, ngantuk, sampai cium bau-bau yang nggak enak. Peppermint juga salah satu oil yang bantu aku atasi mabuk kendaraan, jadinya ke mana-mana harus ada Peppermint.
![]() |
| Peppermint YL (dok. Pribadi) |
Taman rumah juga membuatku bahagia akhir-akhir ini. Dari Mangga Irwin di samping rumah yang berbuah lebat, aku pun tinggal petik, cuci, kupas dan hap makan mangga kaya apel. Anggrek juga berbunga, tidak hanya satu tapi lima; warnanya yang cantik menyenangkan mata.
![]() |
| Anggrek di taman rumah (dok.pribadi) |



Sama kak..awal semester selalu bikin dag Dig dug😂
ReplyDeleteIya kak, dunia mengajar ini selalu kasi surprise ya kak, apalg ketemu org2 baru.
DeleteAlhamdulillah msh bisa ketemu makan ya kak.. Emang sesederhana itu bahagia, terhantung kita memyikapinya ya kak
ReplyDeleteSetujuuu kak, tergantung kita
DeleteJadi pengen beli perlengkapan jurnaling juga
ReplyDeleteAyooo kak, banyak di toko oren
DeleteKakkk aku juga suka essential oil nih hehe
ReplyDeleteWah tosss, sesama penikmat EO. Aroma apa yg disuka kak?
Delete